Petualangan Evan Adam Irfan Fahri
Petualangan 4 Sahabat kampret
Di suatu negeri, hidup empat sahabat yang senang berpetualang, mereka adalah Adam,Evan,Fahri,DanIrfan. Saat mereka sedang bermain di rumah adam, mereka diganggu oleh suara ketokan pintu. Evan yang dekat dengan sumber suara ketokan pintu itu membukanya, sedangkan sahabat yang lainnya memperhatikan siapa yang ada di balik pintu itu. Tanpa memperkenalkan diri, orang asing itu memberi tahu bahwa mereka, Adam, Evan,Fahri,Irfan akan menghadapi petualangan yang sangat panjang saat pintu yang baru saja dibuka oleh evan tertutup. Dalam keadaan bingung empat sahabat itu masih heran dengan perkataan orang asing itu. Saat evan ingin berbicara dengan orang asing itu, pintu rumah adam langsung tertutup. Suasana di dalam rumah adam berubah, mereka masih penasaran dengan perkataan orang asing itu. Namun tiba-tiba mereka berempat merasa mengantuk, dan merekapun tidak dapat mempertahankan kesadarannya yang berarti mereka semua tertidur.
Irfan yang terbangun terlebih dahulu terkejut setelah melihat keadaan sekitarnya. Ia langsung membangunkan tiga sahabatnya yang masih tertidur didekatnya. Setelah mereka semua terbangun, mereka sedang mengingat kembali apa yang sebenarnya terjadi sehingga mereka berada di dalam pondok tua yang dekat dengan pantai. Karena merasa mereka bukan di negeri mereka, empat sahabat itu mencoba untuk keluar dari pondok itu dan kembali ke negeri mereka. Namun, diluar sana terdapat sekumpulan monster bernama bujank enam. Akhirnya mereka mencoba untuk mencari tas, senjata dan makanan untuk membantu mereka dalam perjalanannya kembali ke negeri mereka. Saat mereka mencari apa yang mereka perlukan, mereka menemukan tumpukan makanan bungkus yang mudah untuk dibawa dalam perjalanan. Mereka juga menemukan tas yang cukup besar digunakan untuk menaruh persediaan makanan mereka. Fahri yang sedang mencari senjata untuk menghadapi monster bujank enam itu menemukan senjata di dalam kamar pondok itu. Senjata-senjata itu memang tua, namun dapat melindungi mereka dari bahaya.
Setelah persiapan beres, adam yang cerdas mencari akal untuk mengusir para bujank enam yang ada di luar pondok. Setelah memiliki ide yang cukup bagus, mereka bersiap untuk pergi dati tempat itu. Fahri membawa beberapa makanan yang akan dilempar ke kawanan monster bujank enam itu. Dibantu dengan Evan, adam dan irfan melemparkannya kearah laut dan monster bujank enam itu semuanya mengejar makanan itu. Dengan adanya kesempatan untuk lari, mereka berempat langsung melarikan diri kedalam hutan.
Setelah berlari cukup lama, mereka beristirahat sebentar dibawah pohon tua besar. Irafan yang membawa tas berisi makanan mencoba untuk makan makanan yang mereka bawa dari pontok itu. Tigas sahabat yang lain juga ingin mencoba memakan makanan yang mereka bawa. Setelah beberapa makanan di cicipi, mereka kedatangan sebuah tamu yang tak diundang yaitu jundulman. Monster itu menyerang adam yang masih kelelahan, dan akhirnya adam terkena tanduk dari monster itu. Adam terluka parah, hal ini membuat evan mengeluarkan pedangnya untuk menyerang monster itu. Sedangkan irfan membawa adam naik keatas pohon yang besar itu untuk menyelamatkan nyawanya. Fahri pun ikut membantu evan untuk mengusir monster itu. Serangan fahri yang menggunakan panah itu mengenai kaki jundulman itu, dan itu menyebabkan monster itu pergi akibat terluka cukup parah. Setelah mengetahui bahwa keadaan disini sangat berbahaya, dan mereka tak dapat melanjutkan pernajalan mereka karena sahabat mereka terluka, empat sahabat itu beristirahat diatas pohon tua untuk menghentikan pendarahan adam dan mencoba untuk melepaskan lelah agar mereka dapat melanjutkan perjalanan esok hari.
Haripun berganti, adam terbangun dari tidurnya, lukanya masih terasa nyeri. Dia sedang mengamati keadaan sekitar, ia bingung karena semalaman tidak ada monster-monster yang mengganggu. Namun pemikiran itu hilang, karena tiba-tiba pohon yang dianaiki bergerak. Hal tersebut membuat tiga sahabat yang lainnya terbangun dari tidurnya. Ternyata, pohon yang mereka naiki adalah bopeng, salah satu monster di dalam hutan itu. Karena mereka ketakutan akan diserang lagi oleh monster itu, evan berkata kepada bopeng itu apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata bopeng itu sangat ramah dan dia akan menolong mereka ke jembatan sungai besar. Bopeng berkata bahwa pertama-tama untuk pergi dari tempat ini dengan melewati jembatan itu. Dan langkah selanjutnya yaitu mencari sekumpulan palkonsaurus, merekalah nanti yang akan memberi tahu jalan keluar dari sini. Setelah mendengar perkataan bopeng, empat sahabat itu perpegangan di pundak bopeng tersebut dan mulai menuju jembatan sungai besar.
Sekitar beberapa jam lamanya perjalanan, akhirnya terdengarlah suara air. Ternyata itu adalah sungai besar yang dituju. Bopeng menurunkan empat sahabat itu, ia berkata bahwa ia tidak dapat menolong mereka lagi, itu karena disana ada penjaga jembatan itu dan kumpulan bopeng dilarang menyerang penjaga itu. Setelah mendengarnya empat sahabat itu berterima kasih kepada bopeng tua itu, dan mereka saling berjabat tangan, bopengpun berharap mereka dapat kembali ke negerinya dengan selamat. Akhirnya empat sahabat itu melanjutkan perjalanannya menuju jembatan yang dituju. Ternyata didekat jembatan itu ada monster yang tingginya hampir 4 meter dengan senjata tongkat kayu yang besar. monster itu sedang tertidur, maka empat sahabat itu mencoba berjalan perlahan-lahan menuju jembatan yang akan mendekatkan mereka ke pintu keluar dari dunia ini. Di tempat lain sekumpulan bujank enam yang berasal dari pantai itu mengikuti jejak empat sahabat itu dan mereka menuju jembatan sungai yang dijaga oleh troll. Dan karena suara bising bujank enam saat sedang berlari, itu membuat troll terbangun dari tidurnya dan langsung melihat empat sahabat itu yang sudah didepan jembatan sungai itu. Troll itu langsung mengayunkan tongkatnya dan mengenai irfan tepat di badannya. Hal tersebut membuat irfan pingsan dan melayang ke angkasa dan terjatuh di tanah. Adam berusaha menolong irfan, sedangkan fahri dan evan menyerang troll itu menggunakan senjatanya. Saat adam ingin membawa irfan ketempat yang aman, dia dihadang dengan sekelompok bujank enam yang mereka kelabuhi di pantai. Evan yang melihat adam berusaha menolong irfan, sedangkan fahri berusaha mengalahkan troll itu seorang diri. Karena badannya yang besar, ia tidak merasakan apa-apa saat menerima anak panah fahri, dan ia langsung menangkap fahri dengan mudah. Di tempat dimana irfan pingsan, evan yang sedang sibuk menyerang bujank enam didepannya tidak menyadari ada bujank enam yang berusaha menyerang adam dari belakang. Dan pada saat itu juga adam menyadari ada yang menyerangnya, ia berusaha mencari alat yang bias mengusir mereka. Saat bujank enam itu menyerangnya, adam langsung mengeluarkan api dari korek api yang dibawa oleh irfan ditasnya. Itu membuat bujank enam itu ketakutan dan lari kedalam hutan. Dengan mengetahui kelmahan bujank enam ia langsung berlari ke evan dan langsung menghadapi bujank enam itu dengan api yang masih menyala. Monster bujank enam itu langsung lari ketakutan dan lari menjauh dari mereka. Setelah berhasil mengusir bujank enam, mereka berusaha membawa irfan yang masih pingsan. Evan berlari untuk melihat keadaan fahri yang sedang berusaha mengalahkan troll itu. Saat ia ke jembatan itu, ia melihat fahri dipegang oleh troll itu dan diputar-putarnya ia, hingga tak berdaya. Barang bawaannya terjatuh ketanah, dan ia terlihat lemas akibat perlakuan troll itu. Adam yang membawa irfan melihat keadaan fahri, evan yang tak tahan melihat keadaan sahabatnya yang sekarat langsung menyerang troll itu menggunakan pedangnya, sedangkan adam mencoba menggunakan apinya untuk mengusir troll itu. Ternyata cara adam ampuh, troll itu ketakutan dengan api dan dia langsung melepaskan fahri dari tangannya dan lari menjauhi mereka.
Akhirnya mereka dapat melewati jembatan sungai itu dengan selamat. Setelah melewati jembatan itu, keadaan mendadak berubah. Hari yang tadinya siang berubah menjadi malam. Hal itu membuat empat sahabat itu langsung beristirahat. Adam berusaha menolong irfan dan fahri, sedangkan evan berusaha membuat lingkaran api untuk melindungi mereka dari monster-monster itu. setelah membuat lingkaran api, mereka berusaha menolong sahabatnya yang masih pingsan dan lemas. Ketika sahabatnya yang pingsan terbangun, tiga sahabatnya terlihat senang termasuk fahti yang terlihat agak baikan dari sebelumnya. Akhirnya mereka mengisi perut mereka dengan makanan yang mereka bawa. Setelah mengisi perut mereka, fahri melihat monster terbang yang bernama flygong yang berusaha mendekati dia. Karena terlindungi api, iapun tak perlu mengeluarkan panahnya untuk menyerang monster itu. karena mereka tahu kelemahan dari para monster-monster itu, mereka dapat tidur nyenyak di malam itu.
Pagi harinya mereka melanjutkan perjalanannya. Mereka berusaha mencari sekelompok palkontaurus yang dapat membawa mereka keluar dari tempat ini. Saat mereka berjalan, fahri melihat seekor palkontaurus sedang berburu lembu yang bernama ee’em. Mereka mencoba untuk tidak mengganggu palkontaurus itu, karena jika mereka merasa diganggu dia akan menjadi musuh yang sulit untuk dikalahkan. Namun jika tidak diganggunggu dia salah satu makhluk yang baik hati. Saat mereka melihat palkontaurus itu ingin melesatkan anak panahnya ke monster ee’em itu, palkontaurus sempat melihat empat sahabat itu, dan akhirnya tidak jadi menangkap buruannya. Palkontaurus itu menghampiri empat sahabat itu, bagaimana mereka bias ada di tempat seperti ini. Kali ini irfan yang menceritakan apa yang menimpa mereka. Setelah mendengar cerita dari irfan, palkontaurus itu memanggil kelompoknya untuk menolong empat sahabat itu. sekitar 68 palkontaurus datang akibat panggilan palkontaurus yang mereka temukan saat sedang berburu. Palkontaurus itu menyuruh empat sahabat itu menaikinya dan perjalanan akan dilanjutkan dengan menaiki palkontaurus itu. Palkontaurus itu membawa mereka kepadang rumput yang sangat luas. Palkontaurus itu berkata bahwa tempat untuk pergi dari tempat ini berada diujung padang rumput itu. selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan gesit.
Setibanya ditempat tujuan yaitu padang rumput, palkonaurus itu memberi tahu bahwa disini sarangnya monster-monster legenda yang sangat besar. diantaranya ada harimantula, seekor laba-laba besar, nansilisk yang sering disebut raja ular, naga yang menjaga langit, sulmaera, monster berkepala singa, bertubuh kambing dan berekor naga, dan ada pula surticore yang berkepala manusia, bertubuh singa, dan berekor kalajengking. Jika kita menatap lansgung basilisk kita akan mati seketika, sama halnya dengan surticore, jika kita terkena sengat ekornya akan memasuki pintu kematian. Maka dari itulah para palkontaurus itu akan melindungi empat sahabat itu untuk mengantarnya pulang. Baru saja palkontaurus itu meletakkan kaki kudanya di padang rumput itu, tiga ekor harimantula langsung datang untuk memangsa palkontaurus dan juga empat sahabat itu. Sekelompok palkontaurus berusaha menjatuhkan salah satu harimantula itu, dan yang lainnya berusaha melindungi empat sahabat itu. karena harimantula itu memiliki badan yang besar dari pada palkontaurus itu, sangat sulit untuk ditaklukkan. Karena tidak dapat merobohkan acromantula itu, dan juga palkontaurus mendengar akan adanya bahaya yang lebih mengancam, palkontaurus yang menjadi ketua diklompok itu menyuruh teman-temannya untuk lari. Ternyata, bahaya yang dimaksud adalah dua ekor nansilisk datang untuk mengikuti pertempuran itu. selain nansilisk dua naga terbang ikut meramaikan pertempuran antar monster-monster legenda itu. Tak mau ketinggalan empat ekor sulmaera dan tiga ekor surticore ikut bertarung dalam medan perang antara monster legenda itu. Satu ekor sulmaera mencoba mengejar kelompok palkontaurus dan empat sahabat itu, dan seekor harimantula mengejar mereka juga. Untuk menghambat dua monster itu beberapa palkontaurus mencoba mengalahkannya. Mereka membuat tiga kelompok, yang pertama menjaga empat sahabat itu, yang kedua mencoba mengalahkan harimantula yang dibawa ke arah barat, sedangkan kelompok ke tiga membawa sulmaera itu kearah selatan.
Ditempat pertempuran lima monster legenda itu, masih tersisa dua naga yang tidak terkalahkan karena mereka berada di langit, seekor nansilik dan sulmaera, dan dua surticore. Mereka mencoba mengalahkan monster-monster yang berbeda dari mereka karena ulah harimatula yang membuat mereka terbangun. Ditempat lain, palkontaurus yang menghadapi harimantula dapat kembali ke kelompoknya dan juga palkontaurus yang menghadapi sulmaera meskipun memakan korban. Mereka melanjutkan perjalanan ke arah timur untuk mengantar empat sahabat itu keluar dari sini. Sekali lagi, sekelompok palkontaurus itu didatangi oleh dua ekor naga dan satu surticore dan seekor basilisk. Karena datangya tiga monster besar sekaligus, para palkontaurus itu akhirnya menghadapi empat monster itu, dan meninggalkan empat sahabat itu untuk tetap berlari satu arah. Saat para palkontaurus itu bersiap untuk menghadang empat monster besar itu, salah satu naga dapat lolos dari hadangan para palkontaurus dan juga nansilisk. Dua monster itu mengejar empat sahabat yang telah lari terlebih dahulu ditempat itu. Pemimpin palkontaurus itu meninggalkan kelompoknya untuk mengejar monster itu untuk menghadangnya.
Saat empat sahabat itu melihat kegelapan didepan mereka, mereka mempercepat langkahnya karena kegelapan itu mungkin pintu keluar dari tempat ini. Namun mereka dikejar seekor naga dan nansilisk. Fahri mendengar teriakan palkontaurus dari belakang, bahwa ada seekor nansilik yang mengejar mereka, dan jangan menatap matanya jika tak ingin mati. Mendengar hal itu fahri langsung mempercepat langkahnya dan memberi tahu kepada sahabatnya. Palkontaurus yang mengejar monster itu mencoba mengelabuhi nansilik yang dianggap sangat berbahaya dari semua monster yang ada disitu, dia melempar anak panahnya ke mata nansilik tanpa melihatnya. Serangannya mengenai sasaran karena nansilisk itu tidak mengejar empat sahabat itu, dia mementingkan rasa nyerinya yang menimpa matanya, dan sekali lagi palkontaurus itu melepaskan anak panahnya ke mata satunya lagi agar benar-benar buta. Palkontaurus itu sangat handal dalam menggunakan anak panah, dua busurnya mengenai sasaran tanpa melihat buruannya. Setelah dapat menghambat nansilisk, dia mengejar empat sahabat itu untuk menolongnya.
Ditempat pertempuran, yang tadinya menyisakan dua naga, nansilisk, sulmaera dan dua surticore, sekarang hanya tersisa surticore sendiri. Karena semua monster yang tadinya bertarung mati, surticore yang tersisa memanggil kawanan mereka untuk memakan monster-monster besar itu. Saat surticore memakan monster-monster itu, mereka juga bernyanyi. Itu adalah kebiasaan surticore jika mereka sedang makan. Mendengar suara nyanyian surticore, dua monster yang sedang berhadapan dengan palkontaurus langsung lari kesumber suara. Mereka mencoba untuk menyerang surticore yang sedang makan itu. Palkontaurus yang sedang melawan dua binatang itu akhirnya pergi dari tempat itu dan kembali pulang ke tempat tinggalnya. Sedangkan palkontaurus yang ingin menyelamatkan empat sahabat itu berusaha mengejarnya. Untuk sesaat dia mengira mungkin mereka telah selamat dari kejaran naga itu, namun dugaan itu salah. Empat sahabat itu ternyata sedang terkurung api akibat ulah tiga naga yang berterbangan dilangit mengeluarkan api dari mulutnya. Palkontaurus masuk kedalam api yang menghalangi jalan empat sahabat itu. Palkontaurus itu memberi tahu bahwa ia siap menjadi umpan untuk membawa naga-naga itu menjauh dari mereka. Sebenarnya irfan tidak setuju dengan hal itu, dia tidak mau centaurus yang baik hati itu mengorbankan dirinya hanya untuk membawa mereka pulang. Namun,palkontaurus itu tidak menghiraukannya, ia langsung berlari dan menyerang beberapa naga yang sedang berterbangan di angkasa. Tiga dari empat naga yang ada mengejar palkontaurus itu, dan pada saat itu juga empat sahabat itu berlari ke lubang kegelapan itu yang berjarak berkisar 57m dari tempat mereka. Naga itu melihat empat sahabat itu berlari menuju lubang kegelapan itu, dengan nafasnya naga itu mengeluarkan bola api yang sangat besar untuk membakar empat sahabat itu sekaligus. Evan yang berada dibelakang terkena semburan api itu. ia berusaha untuk menghilangkan api dari bajunya, namun, api itu tak mau menghilang. Fahri yang melihat evan yang sibuk menghilangkan api tanpa dari bajunya tanpa berlari dan tertinggal, berbalik arah untuk menolongnya. Ia melepaskan baju evan yang terkena api itu dan menarik tangan evan. Naga yang menyemburkan api tadi mulai mengejar mereka kembali. Sekali lagi, naga itu menyemburkan bola api yang besar. Dan kali ini mengenai fahri dan evan sekaligus. Dengan menahan panasnya api yang ada di badan mereka, dua sahabat yang terkena semburan api itu tetap berlari menuju lubang kegelapan itu. Dua sahabat yang lain menunggu mereka untuk bersama-sama masuk kedalam lubang itu agar tidak terpisah. Naga yang mengejar mereka tidak henti-hentinya mengeluarkan api panas untuk membakar empat sahabat itu. Saat empat sahabat itu bersiap meloncat bersama-sama kedalam lubang kegelapan itu, api dari semburan naga itu mengenai bagian belakang tubuh empat sahabat itu. Meskipun begitu, mereka tetap masuk kedalam lubang kegelapan itu.
Saat mereka masuk kedala m lubang kegelapan itu, mereka langsung terjatuh didalam kegelapan itu. Mereka berusaha mengilangkan api yang ada ditubuh mereka, meski mereka dalam keadaan terjatuh. Namun api itu tak bisa padam. Mereka tidak dapat melakukan apapun, apalagi mereka sekarang terjatuh entah kapan mereka akan berhenti dan mengenai lantai yang berada didasarnya. Namun, didalam kegelapan itu terdengar suara yang sangat bergemuruh, berasal dar bawah. Tanpa diduga-duga seekor surticore yang lebih besar dari yang ada di padang rumput. Membuka mulutnya dan memakan mereka berempat sekaligus.
Dan saat itu pula, adam terbangun. Dia meihat sekelilingnya, ternyata mereka berada di rumahnya. Dia membangun sahabatnya yang masih tertidur. Ia masih bingung, apa yang dia hadapi semua itu nyata atau ilusi. Saat ia ingin bercerita tentang petualangannya, sahabatnya juga mengalami hal yang serupa. Dan sekali lagi pintu rumah adam berbunyi. Dan orang yang mengetuk pintu itu adalah orang yang memberi tahu mereka bahwa mereka akan menghadapi petualangan yang panjang. Ia memberi tahu bahwa petualangan yang mereka temui itu berada dialam mimpi mereka. Dan pada saat itulah adam bertanya mengapa ia memberi tahu mereka, akan menghadapi petualangan yang panjang itu, dan untuk apa. Namun, sama seperti sebelumnya orang asing itu tak menjawabnya dan mencoba menutup pintu rumah itu. tetapi, hal itu dihentikan oleh fahri, dan evan langsung melepaskan mantel yang menutupi orang asing itu. Ternyata, orang asing itu adalah palkontaurus yang menolong mereka dalam meloloskan diri dari monster-monster legenda itu. Dan akhirnya empat sahabat itu memeluk palkontaurus itu dan mengajaknya dalam petualangan yang mereka yang selanjutnya. Tanpa mereka sadari, mereka lupa akan hal mengapa palkontaurus itu memberi tahu, kenapa mereka diberi petualangan dari palkontaurus itu, dan juga bagaimana palkontaurus itu bisa hadir di dunia mereka. Namun, empat sahabat itu menghiraukan hal tersebut, dan mereka tetap berharap mereka bisa berpetualang berlima selamanya.
Segitu Doang Cukup sekian Wassalam....


Comments